[ADIDOC] Mengunjungi Showcase Gadgetgrapher Sumbar
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
Desember 16, 2016
Rating: 5
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
Desember 16, 2016
Rating: 5
5 Fakta Tentang Kurniadi Ilham (Edisi Fotografi)
Hai, selamat berakhir pekan. Beberapa waktu yang lau aku
kepikiran untuk membuat fakta tentang diriku. Well, aku memang tidak begitu
dikenal. Tapi tak apa lah ya, khusus untuk pembaca blog ini saja. Aku akan
membagi nya menjadi beberapa edisi. Edisi kali ini, aku akan berbagi fakta
tentang diriku dari segi fotografi saja.
Lets started!
1. Tidak punya DSLR
Aku sama sekali tidak punya DSLR. Walau pernah
menggunakannya, tapi itu bukan punyaku, itu kamera pinjaman. Aku cuma punya 2
Sony DSC-W730 (saat ini keduanya rusak), 1 Fujifilm Finepix S2 Pro (pemberian
temanku) dan 1 HP Blackberry Q5 yang kupakai untuk memotret. Jika kalian
melihat aku menggunakan tagar #canonindonesia di instagram ku, itu artinya aku
menggunakan Canon EOS 550D, Canon EOS 600D, Canon EOS 1100D dan Canon Ixus 80
IS punya temanku. Sedangkan jika aku menggunakan #nikonindonesia, itu artinya aku
menggunakan Nikon D3200 & Nikon Coolpix S3400 punya temanku juga.
Bagiku, kamera tak menjadi masalah. Asal tahu teknisnya dan
tahu cara pengaplikasiannya. Yang lucunya, beberapa teman yang pertama kali bertemu denganku, tidak percaya bahwa selama tahun 2014-2015 aku memotret dengan Sony DSC W730. Terserah mau percaya atau tidak. Yang jelas foto diatas sudah membuktikannya.
2. Tidak pernah mengangkat telepon saat memotret
Aku adalah orang yang tidak pernah mengangkat telepon,
termasuk membalas pesan saat memotret. Jika aku memotret dengan kamera DSLR
atau Compact, aku akan meletakkan HP ku di tas, dan aku akan larut dengan
kegiatanku, sehingga tidak akan tahu ada telepon masuk atau pesan masuk. Lain
halnya jika aku memotret dengan HP, aku akan mengaktifkan Airplane Mode agar
tidak ada panggilan masuk. Lagi motret pasti gak enak ada panggilan masuk, bisa
ketinggalan momen.
3. Baru belajar fotografi tahun 2013
Aku baru mulai belajar fotografi tahun 2013, jadi masih bau
kencur. Tidak tepat jika kalian yang sudah memotret dari lama, minta wejangan
padaku, aku cuma anak ingusan. Well, menurutku itu salah juga sih. Karena
proses belajar masing-masing individu berbeda. Ada yang cepat, ada juga yang
lambat.
4. Mendalami street photography tahun 2014
Aku mulai mendalami street photography tahun 2014. Awalnya
aku punya ide membuat pameran foto di ruang umum. Jadi aku menyampaikan ide itu
ke temanku, dan dia menyampaikannya di komunitas tempat dia bernaung. Hasilnya,
ditolak.
Tapi kemudian, temanku menyarankan ide itu dibawa ke salah
satu komunitas Street Photography di Padang. Dan mereka langsung mengiyakan. Kemudian
aku berbaur disana dan mengetahui tentang Street Photography. Karena pada
dasarnya aku seorang penulis dan suka mencari data. Maka kuputuskan untuk
mencari tahu tentang street photography di internet. Aku menemukan Indonesia on
the Streets dan APF Magazine di facebook. Dari sana awalnya aku belajar street
photography, karena yang diterapkan di Padang masih seputar Human Interest.
Kemudian aku berselancar menuju tempat-tempat yang lebih jauh seperti webblog
Street Photogrpher luar negeri, Kujaja.com, Fine Art Portugal, dll. Dan aku
menemukan bahan yang cukup, sampai akhirnya teman-teman di Padang memintaku
mengadakan workshop di pertengahan 2014. Itu cukup aneh bagiku, karena sekali
lagi, aku orang baru di dunia fotografi.
5. Malas edit foto
Aku orang paling malas mengedit foto. Tapi, itu bukan
berarti aku selalu menampilkan hasil yang fresh dari kamera. Ukurannya pasti
besar dan aku pasti akan cepat kehabisan kuota. Awalnya aku menggunakan
PhotoScape, kuedit sebisanya, sewajarnya. Lalu salah satu temanku mengajarkanku
menggunakan Adobe Photoshop. Kupikir hanya auto contrast, auto color, auto
tone. Ternyata tidak, dia mengajarkanku lebih jauh lagi. Nah, pertama curve
dulu, terus contrast, terus color, terus gradient, terus reduce noise. Pokoknya
lebih panjang lah dari yang kusebutkan tadi. Aku pusing tujuh keliling karena
itu. Akhirnya aku menemukan Adobe Photoshop Lightroom, aku melihatnya di blog
Eric Kim. Disana ada preset yang bisa kugunakan, favoritku adalah Eric Kim Film
Preset Portra V9 dan V8. Cukup satu klik, export, selesai.
Jika menggunakan HP, aku jarang mengeditnya. Kalaupun butuh
diedit, aku menggunakan snapseed.
Itulah 5 fakta tentang ku di edisi fotografi. And at the end,
keep shooting!
5 Fakta Tentang Kurniadi Ilham (Edisi Fotografi)
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 12, 2016
Rating: 5
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 12, 2016
Rating: 5
KIRA Tampilan Baru?
Oke, mungkin beberapa orang bertanya kenapa banyak produk di Kira Shop Padang banyak yang hilang. Ya, aku memang sengaja menghapus barang-barang terdahulu. Alasannya simple, pertama, karena beberapa produk sudah tidak available lagi. Kedua, karena beberapa produk sudah tidak up-to-date. Ketiga, karena banyak sekali produk yang tidak tersusun rapi, sehingga kamu sebagai pelanggan merasa kesulitan saat akan mencari produk.
Aku tetap menggunakan logo yang sama, banner yang sama. Aku cuma memperbarui album foto dan postingan. Album foto sudah dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil, jadi lebih mudah untuk menemukan yang diinginkan. Contoh nya "Souvenir Pernikahan Harga Di Bawah 5000 (Ready Stock)". Dan juga dari foto postingan, mungkin kamu bisa bandingkan sebelum dan sesudah.
Sebelum
Sesudah
Sekarang kamu gak perlu capek-capek liat deskripsi di bagian bawah, karena info nya udah lengkap di gambar. Yang penasaran, langsung aja cek ke https://www.facebook.com/kirashoppadang/
Update untuk instagram dan twitter menyusul ya.
KIRA Tampilan Baru?
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 09, 2016
Rating: 5
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 09, 2016
Rating: 5
Kenapa Harus ROG?
Akhirnya di endorse ASUS ROG, ah itu bukan postinganku, itu
videonya si Chandra. Well, selama tiga tahun terakhir aku memang ditemani
netbook kecil bernama ASUS Eee PC. Aku pertama kali ‘kena’ sama ASUS adalah
disaat launching ASUS Fonepad, aku ikut challenge ASUS untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan seputar produknya. Dan yaayy, aku berhasil menjawab
sebagian besar pertanyaan dan mendapatkan sertifikat dari ASUS. Bangganya
setengah mati, dan sertifikat online itu langsung kupajang di laman facebook ku.
Eh, tadi kita bahas apa ya?
ASUS Eee PC ini memang lebih mudah untuk dibawa, cukup
dengan tas kecil. Bisa muat netbook, kamera dan buku catatan kecil. Tapi keperluanku
cukup banyak, bukan cuma menulis. Aku cukup susah ketika proses editing foto
dan video, karena ini netbook gak kuat mameeen. Palingan Adobe Photoshop aku
pake yang CS4, Adobe Lightroom pake yang CS2, Adobe Illustrator juga CS2.
Disaat semua sudah mengutak-atik Adobe CC, aku masih berkutat dengan masa lalu.
Belum lagi editing audio dengan Adobe Auditon, untungnya yang ini lumayan
tinggi, CS5. Yang paling kurisaukan adalah processing video dengan Adobe
Premier dan Adobe After Effect, ah dia (ASUS Eee PC) tak bisa berbuat
banyak. Kucoba dengan software yang
lebih ringan seperti Filmora dan Camtasia. Lumayan, bisa digunakan, walau
sedikit lamban.
Aku berpikiran seperti ini, setiap ada kelebihan, pasti lah
juga ada kekurangan. Kelebihannya adalah netbook ku ini kecil, mudah dibawa
kemana-mana, tidak mencolok. Kekurangannya ya hanya bisa dipakai untuk kegiatan
normal saja, tidak untuk yang berat-berat seperti editing foto, audio dan
video. Perlu laptop bertipe monster untuk melakukan hal-hal berat tersebut.
Setelah itu aku coba search beberapa laptop bertipe monster.
Aku harus menemukan kata kunci yang pas, kucoba “laptop game terbaik”. Booom,
ada beberapa pilihan, dan kemudian aku menemukan ASUS ROG. Aku masih belum ngeh
dengan ASUS ROG, kupikir ROG hanyalah penamaan standar seperti punya ku, Eee
PC. Ternyata setelah kutonton beberapa video, kubaca beberapa artikel dan
berita, aku sadar ternyata aku salah. Mungkin jika kalian ingin aku membuat
Vlog dari tulisan ini, aku akan menamakannya Video Go Blog. Ya, alasan pertama
karena berasal dari tulisan blog. Alasan kedua mungkin lebih masuk akal, karena
merasa goblog, gak tau apa itu ROG.
ROG atau Republic of Gamers, wow namanya aja udah keren bos,
apalagi spek nya. Tapi kok desainnya kayak desain kostum Iron Man ya? Mungkin
ini laptopnya Iron man kali ya. Tapi ini laptop perlu banget buat kalian yang
emang hobi main game, apalagi game dengan grafis yang kaya. Dan kalau
kalian pengen itu game bisa direkam, perlu recording screen juga kan. Nah, buat
jalanin itu semua secara bersamaan tentunya gak akan jadi masalah. Laptop ASUS
ROG G752 sudah dibekali spesifikasi hardware yang tinggi, mulai kartu grafis
atau VGA dari NVidia “Nvidia Geoforce GTX980M” dengan VRAM DDR5 kapasitas 8GB.
Jadi wajar-wajar aja gak ada kendala, dan gambar yang dihasilkan terlihat
sangat nyata. Gila, monster banget gak tuh.
Mengikuti seri ROG yang lain, G752 juga menggunakan
teknologi G-Sync yang dapat menyinkronkan antara kecepatan render GPU
dengan layar. Teknologi ini dapat menghilangkan tampilan gambar yang robek atau
patah ketika tengah bermain game. Teknologi lain bernama TurboGear yang
dimiliki ASUS ROG G752 adalah teknologi yang memungkinkan pengguna dapat
melakukan overclock pada kemampuan kerja GPU yang dimiliki, sehingga kemampuan
Laptop dalam memainkan grafis yang berat jadi lebih maksimal. Dari sini
terlihat bahwa Laptop Gaming ASUS ROG G752 terbaru memang sangat mengandalkan
sisi kemampuan video grafik yang dimilikinya.
ASUS ROG G752 ada dua tipe. Beda antara keduanya cuma dari sisi kapasitas penyimpanan memori internal dan
grafis. Buat kalian yang udah gak sabar, nih kukasih tau keunggulan lain dari ASUS
ROG G752.
ANTI PANAS
Banyak yang tanya, bener gak ini? Masa iya ada laptop yang
gak panas. Secara logika, komponen elektronik yang sedang aktif (dalam keadaan
hidup) pasti panas. Kulkas aja yang katanya dingin, mesinnya panas juga kok,
coba aja pegang bagian belakangnya (sebaiknya jangan). Tapi, ada sistem pendingin yang bikin suhu
panas tadi jadi adem, dan prosesnya cepat. Jadi gak perlu nunggu sejam dulu
baru dingin. Selama laptopnya nyala, sistem pendinginnya tetap akan nyala.
ASUS ROG G752 menggunakan teknologi Dual Cooper, dua kipas
tembaga yang dipasang di GPU dan CPU. Sehingga, suhu akan tetap terjaga
meskipun ini laptop udah overclock. ASUS ROG
G752 juga menggunakan tiga pipa pengalir panas dan teknologi 3D Vapor Pipe yang
akan langsung menetralisir suhu dengan cairan di ruangan uap.
Laptop ini memang pas banget sama kebutuhanku sebagai audio
editor dan fotografer. Karena software yang kubutukan, memang luar
biasa berat. Saat ini aku memang lebih banyak menulis di blog, tapi dengan
adanya ASUS ROG G752, sudah pasti kamera yang biasa nya kupakai untuk motret,
juga kugunakan untuk rekam video. Ada yang tidak bisa dijelaskan lewat tulisan,
dan audio visual membuatnya lebih bagus.
VIRTUAL REALITY
Kartu grafis NVIDIA® GeForce® GTX™ 1070 membuat ASUS ROG
G752 bisa VR. Btw, buat kalian yang belum tau VR. Virtual reality (VR)
atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat
berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated
environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu
lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Lingkungan realitas maya
terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar
komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tetapi beberapa simulasi mengikutsertakan
tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.
Setidaknya itu menurut Wikipedia Bahasa Indonesia. Bahahaha, paragraf macam apa ini?
KEYBOARD GAMING KHUSUS GAMERS GARIS KERAS
Bagi seorang gamer komputer, pastinya keyboard yang bagus
akan sangat penting dan dibutuhkan untuk mendukung performa mereka, sekaligus
buat keren-kerenan (jangan dicoba untuk menggoda cewek). Makanya, ASUS ROG G752 juga dibekali keyboard canggih
laptop gaming yang punya fitur Anti-Ghosting serta beberapa tombol makro untuk
mendukung kenyamanan kamu saat bermain game. Btw, tau Anti-Ghosting
gak? Bukan hantu ya. Jadi Ghosting ini sebenarnya problem jika ada lebih dari
satu tombol yang ditekan. Nah, Anti-Ghosting akan membantu kamu sebagai user agar perintah
bisa tetap jalan. Jadi walaupun ada dua tombol yang tertekan waktu kamu mau
shot lawan, maka Anti-Ghosting akan mengantisipasinya. Aku gak ngerti
algoritma nya gimana, serahkan saja pada ahlinya. Ada juga tombol perekam atau
record yang dapat dengan mudah digunakan untuk merekam semua aksi permainan
game dari awal hingga akhir.
FITUR GAMING
ASUS ROG G752 juga memiliki komponen pendukung yang sangat
memanjakanmu, kayak prosesor Intel Core i7-6700HQ untuk menjalankan berbagai
aplikasi game berat. Intel Core i7-6700HQ bakal memberikan performa yang lebih
powerful karena sudah memiliki integrated graphic yang lebih baik, clock speed
yang lebih cepat, serta hyper threading. Contohnya kayak GTA V, Call of Duty, Sleeping Dogs (Bayu Skak bilangnya GTA Cino), Crysis 3, dll. Selain itu karena
layarnya sudah berteknologi Full HD, maka para gamers pastinya lebih betah saat
main. Plus ketika main di suasana gelap atau terang, sama aja tetap kelihatan
jelas, kan Full HD. Layarnya juga bebas mau ditekuk kayak gimana, karena display nya udah bagus.
Supaya bisa menghasilkan kecepatan kerja yang tinggi dan
akses data yang cepat, ASUS ROG G752 juga punya PCIE4 SSD sebagai media
penyimpanan dengan tingkat akses data yang sangat cepat jika dibandingkan
dengan tempat penyimpanan data yang masih menggunakan harddisk piringan baja.
Gak bakal lemot deh, wuuut wuuuuut.
Buat teman-teman gamers, gak cuma gamers sih, karena ini laptop
juga dibutuhkan di dunia Fotografi dan Sinematografi, wajib punya ASUS ROG.
HIGH QUALITY AUDIO
Kualitas suara yang dimiliki ASUS ROG G752 sudah
sangat-sangat bagus. Karena mereka punya Sonic Studio. Nah, sebagai seseorang
yang juga berkecimpung di dunia Audio (Recording, Mixing, Editing, Mastering),
aku tau banget kalau audio sangat mempengaruhi user. Coba aja kamu main PES,
tapi ambience nya ilang, cuma suara komentator. Pasti berpengaruh ke permainan,
kamu jadi gak fokus lah, gak semangat lah, lupa kerjain tugas lah. Oke yang
terakhir tidak termasuk.
Satu lagi, ASUS ROG G752 juga punya Sonic Radar, yang ini
tujuannya untuk membantu kamu dalam memainkan game nya, namanya juga radar.
THUNDERBOLT
Aku pertama kali mendengar isilah Thunderbolt dari dosenku
di tahun 2010. Karena major ku elektronika, maka aku belajar tentang komputer.
Thunderbolt ini adalah nama port untuk keperluan transfer. Saat itu dosenku menjelaskan bahwa teknologi
ini jauh lebih cepat dibandingkan USB 3.0, kebayang gak tuh? Intel Thunderbolt 3 ini bisa transfer 40Gb/detik, bit bukan Byte. 1 Byte = 8 bit, jadi hitung
sendiri ya. Agar compatible dengan perangkat yang kita miliki, ada port yang
umum dipakai, USB 3.1 Tipe C.
Kalian bisa cek spesifikasi lengkap dari ASUS ROG G752 disini.
Tertarik? Dan untuk penutup. Semoga waktu kalian terbuang
berguna. Terima kasih.
Kenapa Harus ROG?
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 06, 2016
Rating: 5
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 06, 2016
Rating: 5
Giveaway 10K Followers Maklum Foto
GIVEAWAY adalah event yang diadakan oleh pihak tertentu
(biasanya developer software dll) untuk membagikan lisensi produknya secara
gratis dan legal. Ada berbagai alasan sebuah perusahaan atau developer
membagikan produk mereka secara gratis dan legal.
Hai, dari beberapa waktu yang lalu aku kepikiran untuk bikin
giveaway saat aku melihat followers instagram @maklumfoto sudah mencapai
9K lebih. Aku mau bikin disaat followersnya sudah mencapai 10K, dan ini adalah pengumuman awal sebelum followers nya sampai segitu. Giveaway yang
aku mau kasih tidak berbentuk barang, apalagi software, karena aku tidak
datang dari silicon valley. Yang ingin kuberi adalah Workshop Street
Photography, Pemutaran Film dan juga Diskusi.
Sebelumnya aku juga sudah mencoba merubah sistem workshop
biasa menjadi mentoring. Hasilnya cukup bagus, karena bisa mempercepat
pemahaman dan skills peserta. Walaupun ada kekurangannya juga, peserta yang
terbatas dan dibutuhkan beberapa mentor di sesi ini.
Untuk workshop kali ini, aku juga mau bikin beda. Tujuannya,
bukan sekadar pengen beda, tapi lebih kepada impact yang dihasilkan.
Sebelumnya aku lebih banyak bahas komposisi foto, karena aku punya materi
tentang itu. Bahkan aku juga sudah meluncurkan eBook yang kutulis sendiri.
Kali ini aku ingin porsinya lebih diperbanyak untuk meningkatkan soft skills.
Karena apa? Masih banyak yang takut untuk memotret di ruang publik, takut
karena reaksi orang-orang atau takut karena hal lain, khususnya di Padang.
Pemutaran film, aku punya beberapa koleksi film dan video
tentang street photography. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sana,
aku punya satu film dan satu video liputan bagus untuk ditonton. Diskusi akan
diadakan setelahnya, bahas film dan juga bahas penerapannya disini.
Awalnya aku berpikiran untuk membuat ini bersama dengan
admin-admin MaklumFoto. Tapi, aku merasa ini agak sulit untuk dilaksanakan
bersama, karena kami tidak berada di satu daerah, juga karena kesibukan kami
yang berbeda-beda. Aku sudah melempar ide ini ke teman-teman admin, dan
mereka setuju, jadi aku sudah mendapatkan ijin.
Untuk melaksanakan kegiatan ini, tentu saja aku butuh
partner. Karena ini bukan giveaway berbentuk barang, tidak akan kirim-kirim
barang ke rumah kamu, makanya butuh partner dan (mungkin) tim. Nantinya,
kegiatan ini akan jadi kolaborasi, kemungkinan besar rekanku iJul
(@streettog) ikut ambil bagian. Begitu pun SPF Indonesia (@spfest) dan
@udaunipajalan, karena aku juga ikut terlibat di dalamnya.
Detailnya seperti apa? Aku belum menyusun semuanya, tapi
konsepnya sudah matang. Jadi tugasku berikutnya adalah menjadikannya dalam
bentuk tulisan, mengontak beberapa rekan, dan eksekusi. Tentu saja akan ku
share jika ada perkembangan, mungkin di kolom komentar, atau bisa juga di
akun sosial mediaku. Jika kalian punya saran, ingin membantuku atau bahkan
ingin berkolaborasi juga, aku akan menerima dengan senang hati. Pastinya
jika kita punya keperluan yang sama. Silahkan komen dibawah, boleh juga
kontak ke 08982698071 (WA) atau @choukyin (Instagram, Facebook, Twitter, Line).
Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca. Semoga waktu
kalian terbuang berguna, karena terbuang percuma sudah terlalu mainstream.
Giveaway 10K Followers Maklum Foto
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 04, 2016
Rating: 5
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 04, 2016
Rating: 5
KENAPA AKU TAK IKUT MEMILIH (18+)
Manipulasi adalah sebuah proses rekayasa dengan
melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap
bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah
yang dilakukan berdasarkan sistem perancangan sebuah tata sistem nilai,
manipulasi adalah bagian penting dari tindakan penanamkan gagasan, sikap,
sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu.
Oke, sebelumnya aku membahas tentang fenomena ‘street
settingan’ yang terjadi di dunia fotografi, khususnya Indonesia. Kali ini aku
ingin membahas hal lain, yang ingin dikeluarkan dari otakku. Dari judulnya,
mungkin kamu akan berasumsi bahwa tulisanku berkaitan dengan politik, pemilihan
kepala daerah, dan jabatan. Tapi semua itu salah, karena aku ingin membahas
tentang Halal Tourism.
Namaku Kurniadi Ilham, berdomisili di Padang, asli
Payakumbuh dan KTP ku Tanah Datar. Yang ingin kujabarkan dibawah ini adalah
tentang Halal Tourism (Pariwisata Halal), dimana Sumatera Barat menjadi
nominasi di beberapa kategori. Tulisan ini (sekali lagi) kulabeli 18+, bukan
karena konten vulgar, tetapi butuh pemikiran yang dewasa dan luas untuk
menanggapinya. Aku menulis disini, di blog ini, karena ini adalah rumahku di
dunia maya. Aku menyewa rumah dari Google, tepatnya bloggerdotcom, yang
menyediakan rumah gratis.
Kenapa aku tak ikut memilih. Memilih apa? Memilih siapa? Jawabannya
memilih, atau lebih tepatnya memberikan vote untuk Sumatera Barat di ajang pemilihan
Best Halal Tourism di beberapa kategori. Karena ..... Lebih baik aku memulai
nya dari awal.
Aku mengetahui Halal Tourism dari dunia maya, awalnya aku
tak begitu mengerti Halal Tourism itu apa. Aku mencari tahu dari beberapa situs
tentang itu, dan mendapatkan beberapa penjelasan. Kemudian, disalah satu situs,
aku menemukan tulisan “Syariah atau Moslem-Friendly?”. Dua hal ini jelas
berbeda, walau tak bisa dipisahkan satu sama lain. Pariwisata yang syariah
berarti wisata yang menggunakan kaidah-kaidah Islam dalam pelaksanaannya,
contohnya Hotel Syariah. Sedangkan Pariwisata yang moslem-friendly adalah
wisata yang ramah terhadap umat muslim, contohnya adalah tempat-tempat wisata
yang memiliki fasilitas mesjid atau mushalla. Tak lama setelah aku membaca
tulisan itu, aku membuka facebook dan menemukan satu postingan tentang polisi
pantai di Prancis menghampiri pengunjung yang memakai burkini (pakaian pantai
untuk muslimah), kemudian menyuruhnya untuk membuka burkini tersebut, agar sama
dengan pengunjung lain yang memakai bikini. Disini aku berkesimpulan bahwa
kejadian tersebut tidak ‘moslem-friendly’.
Kembali ke Halal Tourism. Aku mendapatkan pesan dari salah
seorang teman, ada sosialisasi Halal Tourism di Hotel Ibis Padang, mengundang
blogger, media massa dan content-creator. Kemudian aku mendaftarkan diri, agar
bisa mengikuti acara tersebut. Aku masih penasaran dengan Halal Tourism,
pastinya disana ada jawaban yang jelas. Ternyata, acara tersebut diundur selama
seminggu dan lokasi nya dipindahkan ke Hotel Inna Muara. Aku sudah mendapatkan
konfirmasi dari penyelenggara kegiatan. Mereka juga mengirimkan beberapa file
ke emailku, isinya adalah susunan acara dan juga nama-nama narasumber yang akan
mengisi acara tersebut. Tema kegiatannya adalah “Optimalisasi Peningkatan
Wisata Halal Melalui Media Sosial”, diselenggarakan oleh Deputi Bidang
Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata.
Aku mendapatkan banyak sekali informasi tentang Halal
Tourism disana. Mereka pun ikut menghadirkan pelaku-pelaku yang ikut terlibat
dalam pemenangan Lombok di World Halal Tourism Award. Halal Tourism sebenarnya
bukan Syariah VS Moslem-Friendly, melainkan gabungan keduanya. Syariah, yang
sudah tentu moslem-friendly. Pernyataan dari beberapa narasumber mematahkan
artikel tentang “Syariah VS Moslem-Friendly”. Di tahun 2016, Sumatera Barat
sudah memenangkan Halal Tourism Award tingkat Nasional untuk empat kategori. Dari
mulai kategori Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik, Destinasi Wisata Halal
Terbaik, Restoran Halal Terbaik, dan Destinasi Kuliner Terbaik, berhasil
disambar Sumatera Barat. Tentunya ini sebuah prestasi yang bagus dari Sumatera
Barat. Apalagi kuliner, siapa sih yang tidak kenal rendang dan nasi padang?
Masuk ke sesi tanya jawab, beberapa peserta diskusi mulai
mengajukan pertanyaan. Dibalik semua prestasi itu, kita tentu tak bisa menutup
mata terhadap kelemahan-kelemahan pariwisata di Sumatera Barat. Sampah, toilet,
pungli, sampai ke posisi content-creator dalam forum ini. Aku mengharapkan
jawaban terbaik. Tak hanya itu, aku juga mengharapkan adanya tanya jawab yang
sehat, yang bertujuan mencapai hasil yang bagus. Dan ternyata banyak sekali
jawaban dan tanggapan yang hadir, aku mengapresiasinya. Kita harus sama-sama
membenahi hal itu, mulai dari diri kita sendiri, saling gotong royong. Untuk
sampah, akan disediakan banyak tempat pembuangan sampah. Toilet akan dibangun
sesuai dengan standar syariah, begitupun tempat ibadah. Untuk pungutan liar,
harusnya tidak ada lagi, oknum-oknum yang bermain curang harus ditindak. Posisi
content-creator adalah sebagai perpanjangan tangan Kementrian Pariwisata untuk
mensosialisasikan Pariwisata Halal kepada masyarakat, dan mengajak masyarakat
untuk vote. Obrolan semakin panjang, sampai akhirnya. Pernyataan defensif pun
muncul seperti, “Pariwisata kita tak sepenuhnya dikuasai pemerintah, sulit
untuk menjangkau beberapa kawasan”, “Perlihatkan yang bagus-bagus saja, yang
jeleknya jangan”, “Kalau kamu cinta Sumatera Barat, ayo vote, bersama kita
menangkan Sumatera Barat”.
Apa maksud semua ini? Setelah itu, salah satu pembicara
membeberkan bagaimana cara memenangkan Sumatera Barat melalui media sosial.
Para content-creator ‘dipaksa’ membuat tulisan bagus dan persuasif. Ia
memberikan contoh, Joko Widodo, Presiden RI. Jokowi kuat di sosial media, itu
adalah salah satu faktor yang membuatnya menang. Ia juga menjelaskan beberapa
cara, yang semuanya hampir sama dengan sistem yang diterapkan Stan Greenberg.
Cara itu memang bagus, tapi mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah masyarakat
akan kecewa, jika ekspektasi berbanding terbalik dengan realita. Beberapa orang
mungkin menerima dengan senang hati karena bantuan dorongan pikiran “Cinta
Sumatera Barat = Ayo vote, ayo share, ajak teman-teman”. Maaf, aku tak bisa
melakukannya, aku bukanlah orang yang cinta buta dengan Sumatera Barat. Aku
mencintai tempat ini, dan aku peduli dengannya.
Setiap content-creator punya alasan yang jelas ketika
mengkampanyekan sebuah program. Jika program tersebut bagus, sesuai dengan
realita, dan menghasilkan dampak yang besar. Pasti ia akan mati-matian mengajak
orang untuk ikut dengannya. Begitu pula sebaliknya. Kamu mungkin pernah melihat beberapa youtuber yang mengajak kita memilih ini atau memilih itu, di masa pemilihan Presiden. Saat ini, beberapa diantara mereka menyesal, bahkan ada yang menghapus videonya. Akhirnya mereka harus membuat video klarifikasi bahwa mereka menyesal mendukung salah satu kandidat, dan menyesal karena sudah mengajak subscriber nya untuk ikut dengan pilihannya. Mungkin kamu (pembaca) masih bingung dengan yang
kujelaskan, karena aku masih menyinggung kulit. Tak ada pilihan lain, aku harus
menjelaskannya secara jelas. Alam Sumatera Barat memang indah, sumber daya alam
kita tiada tandingannya. Tapi kamu pasti bisa melihat jelas, sampah di pantai
padang, pungli di pantai padang. Apakah aku harus memperlihatkan yang bagus
saja? Kemudian bule-bule Dubai itu datang kesini dan berkata “so beautiful” dan
kemudian mereka kecewa dengan keadaan disana. Apa yang terjadi selanjutnya?
Kalau aku sih, mending gak balik lagi kesana, kasih tau teman-teman, jangan
kesana. Apalagi jika yang datang adalah travel blogger dari luar negeri, bisa
kamu bayangkan, apa yang akan dia tulis nanti. Bisakah Deputi Bidang
Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata mengatakan
kepadanya, “tulis yang bagus-bagus saja ya, yang jelek-jelek jangan”.
Di Bulan Agustus kemarin, aku menjadi mentor seorang
mahasiswa dari St. Pauli University bernama Ryuki Fujita. Aku dan temanku Ijul
mengajarkannya fotografi, videografi, menulis artikel dan public speaking.
Ryuki berbagi cerita denganku tentang pengalamannya ikut di program ‘Lead the
tourism’. Sebelum datang ke Sumatera Barat, ia mencari tahu tentang Sumatera
Barat dari internet. Kemudian ia mendapatkan beberapa informasi dan memberikan
reaksi. Ia menyukai pemandangan di Sumatera Barat, tapi juga takut terhadap
gempa dan terorisme. Disaat ia sudah tiba di Sumatera Barat, ia menjelajahi
beberapa daerah, dan kemudian ia menyadari ia salah. Pemandangan di Sumatera
Barat memang indah, tetapi tidak dengan sampahnya. Disini juga tidak ada
teroris, yang ada hanya orang-orang lokal yang ramah. Dan Ryuki sangat suka untuk
ngopi di warung kopi kecil, karena bisa ngobrol dengan orang-orang disana. Aku
memberitahunya, “Filosofi warung kopi adalah, it’s not about the coffee, it’s
about conversation with strangers”. Kemudian ia berkata “Kenapa kamu tidak
mengandalkan itu? Keramahan penduduk. Itu akan jauh lebih baik dibandingkan
kamu mengutamakan alam yang bagus. Maaf, Pantai Muaro Lasak adalah tempat yang
tidak menyenangkan. Aku hanya menemukan ketenangan ketika kamu membawaku ke
Pantai Universitas Bung Hatta. Dan aku heran disaat kamu berkata tempat ini
bukan destinasi wisata. Karena tempat ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan
Muaro Lasak”.
Kembali ke Halal Tourism. Aku tak mau menjadi tim hore-hore
saja. Jika aku tak berada di pihak yang memberi suara untuk Sumatera Barat, itu
bukan berarti aku tidak peduli dengan tempat ini. Justru orang-orang yang
berdiri di tempat yang sama denganku, adalah orang yang sangat peduli akan
daerahnya. Jika ingin mendatangkan turis dan traveller, sebaiknya benahi dulu
semuanya. Sehingga semua merasa senang, aman dan nyaman. Program-program
pemerintah kita bagus-bagus, beberapa diantaranya sangat-sangat kreatif, sayang
eksekusinya lemah. Belum saatnya Sumatera Barat mendapatkan Award seperti ini,
khususnya untuk World Best Halal Destination. Jika pengunjung datang dan kecewa (bahkan tidak datang sama sekali),
siapa yang akan merana? Kita semua. Hotel akan sepi, karena sepi nya wisatawan
mancanegara, bukan tidak mungkin wisatawan lokal juga tidak akan berkunjung.
Nelayan akan sedih, walau hasil tangkapannya banyak, hotel tak lagi meminta
suplai yang banyak. Perusahaan tour & travel akan mengalihkan target market
mereka hanya untuk wisatawan lokal. Kuliner terbaik Sumatera Barat, rendang dan
nasi padang akan kembali dinikmati oleh masyarakat kita saja. Semuanya terkena dampak,
jika Brand sudah jatuh.
Di akhir tulisan ini, aku hanya ingin berkata. Ini lah
alasanku, kenapa aku tak ikut memilih Sumatera Barat di World Halal Tourism
Award 2016. Aku tak mengajakmu untuk setuju denganku, jika kamu punya pilihan
berbeda, tak akan jadi masalah. Kita takkan bermusuhan, perbedaan pendapat itu
biasa. Aku suka Mie Sedap, kamu suka Indomie. Vote atau tidak adalah hak prerogatif teman-teman.
Satu kata pamungkas untuk
penutup. CERDASI!
KENAPA AKU TAK IKUT MEMILIH (18+)
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 02, 2016
Rating: 5
Reviewed by Blog Adiya Hizaki
on
November 02, 2016
Rating: 5
Langganan:
Postingan
(
Atom
)












